Jakarta, Berita Terkini - Polda Metro Jaya menggerebek salah satu kantor pinjaman online (pinjol) di Ruko Crown, Green Lake, Tangerang, Banten, Kamis (14/10/2021). Pinjol tersebut merupakan perusahaan penagih kepada para peminjam di 13 aplikasi.
“Dengan tiga bagian utama di sini, yang pertama adalah tim analis, kemudian tim telemarketing, yang terakhir adalah kolektor. Kolektor ini penagih,” ujar Yusri di Tangerang, Jumat (14/10/2021).
Baca juga Akhirnya baim wong bertemu kakek suhud dan meminta maaf
1. Penagih pinjaman akan mendatangi langsung dengan ancaman
Yusri menjelaskan, perusahaan ini melakukan dua jenis penagihan kepada nasabah aplikasi pinjol yang mereka tangani. Pertama, menagih dengan cara mendatangil langsung peminjam.
“Langsung didatangi dengan ancaman-ancaman apabila para peminjam online ini tidak membayar akan dilakukan pengancaman terhadap yang bersangkutan,” kata Yusri.
Baca juga Warkopi bubar! Alfin, Dimas dan Sepriadi bikin goal main film
2. Penagih juga mengancam lewat medsos dan telepon
Cara yang kedua adalah dengan menagih lewat sosial media atau telepon. Cara ini juga disertai dengan ancaman berupa gambar pornografi dan teror telepon kepada peminjam dan semua kontak yang ada di telepon peminjam.
“Jadi diancam kemudian diperlihatkan gambar-gambar pornografi kepada para peminjam pinjol, sehingga membuat stres para korbannya, sehingga mereka memaksakan diri untuk melakukan pembayaran,” ujar Yusri.
Baca juga Nikita mirzani temui kakek suhud yang diomelin baim wong
3. Polisi menangkap 32 orang pegawai
Atas peristiwa ini, polisi menangkap 32 orang pegawai yang sedang beroperasi di kantor. Mereka selanjutnya dibawa ke Polda Metro untuk menjalani pemeriksaan.
“Dan lokasi ini akan kita police line, akan kita dalami semuanya karena cukup meresahkan,” kata Yusri.
Sumber: idntimes.com
Baca Juga
• Dagangannya seharian belum laku, kakek ini menangis karena dagangannya diborong oleh orang baik
• Ibu ojol ini sempatkan makan bersama anaknya sembari menunggu penumpang
• Isu nikah siri dengan ayu ting ting, ivan gunawan akui ditembak duluan









0 comments:
Post a Comment